Catatan Bagas. MA Imam Adil Berbagi

Siswa Kelas 12 Jurusan IPS MA Imam Adil

Sabtu, 23 januari 2021. Di pagi hari yang indah dan cerah. Saya, teman-teman, para guru dan Kepala Madrasah Aliyah (MA) Imam Adil Raja Ampat berkunjung ke suatu tempat yang penuh dengan makna.  Tempat itu tiada lain tida bukan ialah Panti Asuhan Cahaya Islam Al-Qodiri, Raja Ampat.

Bagi sebagian orang mungkin terdengar tidak enak dan membosankan ketika mendengar kata panti asuhan apalagi sampai berkunjung kesana. Akan tetapi, apa yang saya dan teman-teman rasakan berbeda. Mungkin awalnya kami merasa kurang suka karena harus pergi ke panti asuhan. Karena apa yang yang mungkin dirasakan orang sebagai tempat yang tidak enak, membosankan dan tidak menghibur justru menyimpan suatu hal yang sangat bermanfaat bagi diri pribadi dan orang lain, sebuah pelajaran yang penuh makna dan menentramkan hati.

Hal ini lah yang saya, teman-teman, para guru dan Kepala Madrasah Imam Adil Raja Ampat rasakan ketika berada di Panti Asuhan Cahaya Islam Al-Qodiri untuk melakukan kegiatam kami yaitu MA Imam Adil Berbagi.

Kegiatan MA Imam Adil Berbagi ini merupakan inisiatif Kepala Sekolah, para guru dan kami siswa/I MA Imam Adil Raja Ampat sebagai salah satu cara dalam menumbuhkan jiwa sosial dan peduli siswa/I MA Imam Adil Raja Ampat. Terutama disaat musibah yang datang silih berganti melanda Indonesia dan dunia.

Adapun kegiatan MA Imam Adil yang kami lakukan yaitu antara lain sharing motivasi antara MA Imam Adil dan pihak Panti Asuhan Cahaya Islam Al-Qodiri. Sebagai bentuk memotivasi kami siswa/I MA Imam Adil dan adik-adik panti asuhan untuk terus dan tetap semangat belajar dan menuntut ilmu baik di tengah pandemi covid-19 dan ketika pandemic ini telah berakhir. Sebagai batu loncatan dalam menggapai cita-cita kami kelak.

Selain sharing motivasi kami dari MA Imam Adil juga memberikan sembako kepada pihak panti dan adik-adik panti asuhan cahaya islam al-qodiri. Adapun sembako yang kami berikan berupa beras, telur, mie, minyak goreng, gula, susu, daun teh, sirup. Juga uang tunai dan pakaian layak pakai.

Betapa indahnya berbagi dan saling peduli satu sama lain. Karena pada dasarnya apa yang kita miliki tidak sepenuhnya kita miliki tetapi ada hak saudara-saudara kita di dalamnya. Olehnya, untuk memberi hak-hak saudara kita, kita perlu yang namanya berbagi.

Berbagi tidak akan menjadikan kita miskin dan tidak punya apa-apa tetapi dengan berbagi (sedekah) membuat kita menjadi kaya. Kaya bukan hanya dalam bentuk finansial tetapi kaya akan kepedulian, kaya akan pengetahuan dan pemahaman, serta kaya akan pengalaman-pengalaman berharga yang didapat dengan berbagi. Tidak menjadi masalah jika kita miskin harta yang penting kita kaya akan kepedulian dan rasa ingin selalu berbuat baik dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan.

“Harta bisa dicari, barang bisa dibeli tetapi kesempatann untuk memuliakan anak yatim adalah hal yang luar biasa”.

Penulis: Bagas Prastiyo

Editor: Akhmad Irfan, S. Pd